Thursday, January 8, 2015

23.30wib

sekarang jam sudah menunjukan 23.30 wib, tapi kenapa mata ini belum ngantuk belum bisa aku pejamkan, adakah yang g beres dengan semua ini  dan mungkin memang begitu ada yang g beres di bagian saraf ku jadi g ngantuk² hehehe

aku akui kalau aku memang tak seperti mereka yang bergelimpangan harta dari orang tua mereka, aku hanyalah anak seorang buruh yang tak punya apa², tapi disini aku masih tetap semangat untuk mengejar apa yang ingin aku kejar walaupun itu berat tapi akan terus ku coba sampai aku percaya kalau apa yang ku harapkan itu bisa  atau tidak untuk ku raih dalam perjalanan hidup ku ini

sama halnya dengan yang sekarang aku tuju dalam dirimu, walaupun kamu cuek sama aku, tapi aku g akan nyerah sampai disini, karena aku percaya sesuatu hal yang indah lahir dari sebuah perjuangan yang berat, seperti apa yang sedang kita jalani walaupun kamu cuek dan seakan acuh pada diriku tapi akan terus berusaha sebaik mungkin untuk sebuah harapan dari dalam diriku ini

dalam cuek mu itu seakan memberi nilai lebih terhadapku dan aku malah jadi semakin penasaran terhadap dirimu yang cuek, aku tau di balik cuek mu itu ada hal yang g ada orang tau dan itu membuat diriku semakin penasaran sama dirimu, dan itu membuat diriku makin tertantang untuk mengungkap hal itu, seperti halnya mengetahui bagaimana prasaan kamu yang sesungguhnya

aku hanya angin kamu tau kalau aku suka sama kamu, dan aku berharap pada Tuhan agar aku di beri jalan yang mudah untuk bisa mengenalmu lebih jauh dari ini, agar kita bisa saling mengenal satu sama lain seiring berjalannya waktu

Wednesday, November 5, 2014

Jangan Berhenti

Di derap yang mungkin kini telah putus satu-satu
Atau jaket yang tengah berlumuran keringat dan darah
Ketika air mata yang terlalu lelah mengalir
Jangan berhenti, jangan mengubur asa dengan bendera putih
Kau pernah berjalan di titian duri
Kemudian kau masih bisa tertawa bersama di sela deru nafas yang hampir terputus
Menikmati waktu sederhana, awan senja dengan secangkir teh hangat
Walau kau penuh keringat.
Lalu kau bercerita tentang hidup yang kau temukan seperti jarum yang merangsek untuk dicari di serpihan jerami menggunung.
Kau tersenyum, aku tertegun.
Apa waktu bisa berhenti saat itu juga?
Kau membuat segalanya seolah begitu indah
Kau hanya melihat berlian diantara kubangan lumpur
Sampai hati aku bersumpah
Di binar mata mu yang sedalam samudra, kau adalah matahari yang tak berganti oleh malam.

Jangan berhenti sekarang.
Mungkin arakan awan-awan kelabu sedang melintas
Kalau dulu, sebagaimana kau membuat ku tertawa di sela darah mu yang mengucur
Sekarang, sebagaimana ku membuat mu berjalan di sela memoar yang dulu sempat terkubur.

Wednesday, July 16, 2014

my most important job is to love you

mencintaimu lebih berat dari pada pekerjaanku saat ini
setiap saat setiap waktu masalah-masalah selalu menghampiri kita
tapi cinta ini akan terasa hambar ketika sebuah hubungan tanpa adanya masalah di tengah perjalanan ini

jangan pernah menanti sebuah cinta jika kalian ingin menyepurnakan hidup ini dengan orang yang selalu kalian cintai dan sayangi

cinta itu indah seindah taman surga yang berhiaskan bidadari surga hehehehe
mencintaimu adalah pekerjaan terpenting dalam hidupku #dhe